Apa Beda Reksadana dan Saham?

Beda reksadana dan saham – Investasi saat ini menjadi gaya hidup seorang milenial. Ada banyak instrumen investasi yang bisa Anda pilih mulai dari saham, reksadana dan sebagainya.

Investasi lebih banyak dipilih karena lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung biasa. Keuntungan saham misalnya, jauh lebih besar ketimbang Anda menabung atau menaruh uang di deposito. Selain bisa melindunginya dari inflasi, investasi ini akan memberikan keuntungan berupa bunga jangka panjang dan juga pendek.

Meski menguntungkan namun investasi ini tidak mudah. Selain menyiapkan modal penting bagi Anda untuk memiliki informasi yang cukup tentang produk investasi tersebut. Salah satu instrumen atau produk investasi yang banyak dijadikan sebagai pilihan adalah saham dan reksadana.

Saham dan reksadana memiliki perbedaan sehingga sebelum Anda memilih instrumen investasi ini penting bagi Anda untuk tahu perbedaannya terlebih dahulu.  Simak beda reksadana dan saham berikut ini:

Jangka Waktu Investasi

Beda reksadana dan saham yang pertama bisa dilihat dari jangka waktu investasinya. Pada reksadana jangka waktunya ini berbeda tergantung dengan produk reksadana yang Anda pilih.

Misalnya saja adalah Anda mengambil instrumen investasi reksadana saham, maka manajer investasi ini akan menyarankan Anda untuk dananya dikembangkan sebagai investasi jangka panjang.

Dalam reksadana, MI juga akan memilih rentang waktunya misalnya 7 tahun yang mana dianggap ideal. Untuk reksadana pasar uang bisa Anda pilih jika Anda ingin investasi dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun.

Untuk investasi saham ini ditujukan kepada investor yang mana berniat investasi dengan jangka panjang yang mana targetnya lebih dari 10 tahun. Oleh sebab itu Ada yang akan mengikuti investasi ini harus menentukan jenis perusahaan yang memang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Anda juga bisa mengatur strategi investasi yang Anda kehendaki. Anda bisa menahan jangka panjang atau justru untuk jangka pendek. Oleh karena itu dalam pasar modal, Anda perlu mengetahui jenis jenis saham sementara dalam reksadana, Anda perlu memahami jenis-jenis reksadana.

Lama Mempelajari Investasi

Mempelajari investasi ini tidak bisa dilakukan hanya dalam satu malam saja apalagi jika Anda ingin berinvestasi saham. Ada begitu banyak materi dan juga informasi yang harus Anda pahami supaya tidak menjadi salah langkah agar bisa mengambil keputusan.

Anda harus piawai untuk bisa membaca situasi ekonomi terkini. Selain itu juga memahami bagaimana hal tersebut bisa berdampak ke perusahaan Anda.

Ada laporan keuangan yang harus Anda teliti setiap aspeknya. Laporan tersebut diteliti untuk bisa menilai kinerja perusahaan tersebut. Selain itu ada deretan istilah investasi saham yang tidak sedikit. Tentu hal tersebut membuat Anda membutuhkan waktu lama dalam belajar.

Untuk reksadana sendiri hanya membutuhkan pengetahuan dasar saja. Pengetahuan tersebut misalnya tentang instrumen produk yang ditawarkan, jangka waktu investasinya dan yang terakhir adalah profil risiko. Kesuksesan reksadana ini juga sangat tergantung dengan bagaimana Anda memilih manajer investasinya.

Pastikan jika Anda memilih manajer investasi yang andal dan juga memiliki reputasi yang baik. Saat Anda akan memilih investasi reksadana yang harus Anda lakukan adalah ketahui rasio return and risk, umur dan akses pembelian reksadana. Pastikan juga tahu besaran dana kelolaan dan juga nilai management fee.

Bentuk Investasi

Beda reksadana dan saham yang harus Anda ketahui selanjutnya adalah bentuk investasinya. Reksadana ini menunjukkan pada sebuah kelompok produk investasi dengan manajer investasi atau MI sebagai pengelola. Reksadana ini bisa berbentuk obligasi, deposito, surat utang dan juga saham.

Untuk investasi saham Anda memiliki bagian kepemilikan suatu perusahaan. Keuntungan investasi saham disebut dividen. Biasanya pembagian keuntungan saham ini rutin dibayarkan kuartal atau tahunan. Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan cara menjual saham ke pasar. Margin atau keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah saat harga beli lebih rendah dibandingkan dengan harga jual.

Pihak Perantara

Baik itu reksadana maupun saham memiliki pihak perantara. Pihak itu akan menjadi penghubung Anda dengan berbagai macam investasi. Untuk reksadana nantinya akan ada pihak yang mana tugasnya sebagai manajer investasi. Perannya tersebut adalah membantu investor dalam melakukan jual beli produk investasi di agen penjual reksadana.

Anda tidak harus turun tangan langsung. Ada manajer investasi yang siap untuk membantu Anda. Perusahaan perantara pedagang efek atau broker ini menjadi perantara bagi investor saham.

Anda bisa membuka rekening di perusahaan broker barulah Anda bisa membeli perusahaan yang akan dituju. Setiap keputusan jual beli saham ini sangat tergantung dengan diri Anda sendiri. Broker ini hanya menjadi eksekutor keputusan perusahaan Anda tersebut.

Resiko

Saham resikonya lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana. Meski begitu saham hasil imbal baliknya tinggi dan sepadan dengan resiko tersebut. Untuk investor pemula, investasi saham menjadi tantangan menarik. Hal itu karena keputusan dari investasi tersebut sangat tergantung dengan tangan investor sendiri.

Resiko reksadana ini cenderung lebih rendah. Manajer investasi yang berpengalaman akan bisa membantu Anda dalam mengelola investasi dengan cermat. MI juga akan membantu Anda dalam memilih produk mana yang akan bisa Anda beli sehingga hal ini bisa mengurangi resiko Anda.

Reksadana dan saham ini merupakan investasi yang berbeda. Setelah Anda mengetahui beda reksadana dan sahamdiatas, Anda bisa menjadi lebih tahu investasi seperti apa yang cocok untuk Anda ambil, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

superadmin

superadmin

Situs Sapahanoi membahas segala jenis investasi yang beredar di Bumi Indonesia.