Memahami Kriteria Produk Investasi Saham Syariah

Saham syariah adalah efek dalam bentuk saham yang cara pengolahannya sesuai dengan prinsip syariah. Jadi, Anda dapat menanamkan modal di perusahaan-perusahaan yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah seperti perusahaan di bidang yang diharamkan.

Adapun perusahaan yang dimaksud seperti perusahaan yang memproduksi minuman atau makanan halal, perusahaan di bidang judi hingga yang menghasilkan riba.

Saham syariah termasuk dalam salah satu jenis investasi. Ada beberapa jenis investasi yang bisa Anda pilih mulai dari investasi jangka pendek maupun jangka panjang.

Yang termasuk dalam investasi jangka pendek diantaranya deposito, reksa dana dan peer to peer lending. Sedangkan emas, properti dan ragam pasar modal termasuk dalam investasi jangka panjang.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan keuntungan tinggi dari efek compounding maka investasi jangka panjang adalah pilihan yang tepat. Salah satu instrumen dari investasi jangka panjang yaitu saham. Saat ini, tidak sedikit milenial yang memilih saham sebagai sebagai investasi yang menguntungkan.

Saham

High risk high return memang tepat disematkan pada jenis investasi yang satu ini. Investasi saham menjadi jenis investasi yang populer. Biasanya berbentuk kepemilikan perusahaan. Ketika Anda mempunyai saham di suatu perusahaan maka Anda berhak untuk mendapatkan dividen.

Sesuai dengan slogannya high risk high return, harga dari saham dapat naik bahkan turun secara drastis dalam waktu singkat. Jadi Anda harus melihat kemampuan finansial terlebih dahulu sebelum memilih saham sebagai bentuk investasi. Selain itu, Anda harus memiliki skill analisis yang cukup saat bermain saham.

Bagi Anda yang ingin mencoba investasi saham ada dua kriteria saham yaitu saham syariah dan saham konvensional. Saham syariah adalah jenis investasi yang terdiri dari perusahaan yang harus sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan saham konvensional cakupan perusahaannya bergerak di segala bidang dan belum memasukkan prinsip-prinsip tertentu.

Saham Syariah

Saham syariah adalah mekanisme perdagangan pada Bursa Efek Indonesia sudah sesuai berdasarkan prinsip syariah. Namun tidak semua saham yang ada di BEI termasuk dalam saham syariah. Dan saham syariah ini masuk dalam Daftar Efek Syariah atau DES. Perusahaan dalam saham syariah adalah yang memiliki utang dengan bunga lebih kecil dari asetnya.

Bagi Anda yang muslim atau non muslim dapat memilih saham syariah sebagai jenis investasi yang bersifat halal. Terkadang saat ingin terjun ke investasi saham, ada yang merasa tidak yakin atau tidak tenang akan kegiatan dari pilihan investasinya tersebut. Oleh karena itu, saham syariah dapat menjadi pilihan tepat berinvestasi dengan tenang.

Apalagi dalam kegiatan transaksi saham syariah tidak memperbolehkan trading, short trading dan lainnya. Anda bisa menggunakan Indeks Saham Syariah Indonesia atau Jakarta Islamic Index sebelum melakukan transaksi. Jadi sebaiknya Anda melakukan transaksi sesuai dengan emiten yang sudah tercatat di DES.

Return Saham Syariah

Lantas bagaimana dengan return dari saham syariah? Tentunya return jelas berbeda dengan saham konvensional yang lebih bersifat bebas. Untuk perihal return, sistem dalam saham syariah adalah sistem bagi hasil dengan keuntungan bukan berupa riba atau bunga. Jadi dividen berasal dari keuntungan perusahaan.

Tidak sedikit emiten yang masuk dalam kategori saham blue chip. Saham bluechip dipercaya lebih stabil untuk investasi jangka panjang. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan emiten yang ternyata memiliki kapitalisasi besar.

Jika Anda memilih berinvestasi di saham syariah maka kenali dahulu daftar saham-saham syariah. Untuk mengetahuinya Anda bisa mengecek dengan mudah di daftar indeks saham syariah. Jadi Anda perlu melihat fundamental dari saham syariah adalah dengan melakukan analisa teknikal.

superadmin

superadmin

Situs Sapahanoi membahas segala jenis investasi yang beredar di Bumi Indonesia.